Sabtu, 19 September 2015

Welcome SDGs!! (Catatan dari Sektor Kesehatan)

Agenda pembangunan global yang dikenal dengan nama Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan tahun 2000 yang lalu akan berakhir tahun ini, tahun 2015. Agenda pembangunan milenium tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
  2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
  3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Menurunkan angka kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
  7. Menjamin kelestarian lingkungan hidup
  8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan
Agenda kesehatan terdapat pada tujuan nomor 4, 5, dan 6. Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut dalam MDGs dan komitmen mencapai indikator-indikatornya, antara lain dengan dibangunnya sekretariat MDGs Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Meskipun belum ada laporan pencapaian akhir MDGs 2015, namun jika diproyeksikan, relatif masih banyak target MDGs yang belum terpenuhi, khususnya bidang kesehatan.

Millenium Development Goals
Pencapaian Goal 4 yaitu menurunkan angka kematian anak, terdapat beberapa indikator yang belum tercapai. Angka Kematian Balita (AKBa) telah turun sebesar 58.8% dari 97 pada tahun 1991 menjadi 40 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Namun masih diperlukan upaya keras untuk dapat mencapai target MDGs 4 sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Sementara itu Angka Kematian Bayi (AKB) turun 52.5% pada kurun waktu yang sama. Seperti pada AKBa, penurunan ini masih perlu upaya keras untuk mencapai target 23 per 1000 kelahiran hidup.

Pencapaian Goal 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu memiliki beberapa indikator yang masih jauh dari target. Berdasarkan survei SDKI, AKI di Indonesia menurun yaitu dari 390 (SDKI 1994) menjadi 228 (SDKI 2007), tetapi kemudian menunjukkan peningkatan menjadi 359 (SDKI 2012). Perlu usaha ekstra keras untuk mencapai target 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya yang tercantum pada Goal 6 terdapat beberapa indikator yang bisa tercapai namun dengan usaha yang cukup keras. Diperkirakan Indonesia memiliki prevalensi HIV dan AIDS sebesar 0,43 pada tahun 2013. Angka prevalensi kejadian penyakit HIV dan AIDS dari tahun ke tahun terus meningkat akan tetapi angka prevalensi ini masih di bawah 0,5% sesuai dengan angka yang ditargetkan oleh MDGs. Upaya menurunkan angka kejadian malaria berdasarkan Annual Parasite Incidende (API) menunjukan kecenderungan yang positif, hal ini dapat dilihat dari penurunan kasus malaria sejak tahun 1990 (API 4,68/1000 penduduk) menurun menjadi 1,38/1000 penduduk pada tahun 2013. Angka penurunan kasus ini sudah mendekati target yaitu 1,00 per 1000 penduduk.

Meskipun banyak target yang belum tercapai, negara-negara di dunia tetap berkomitmen melanjutkan agenda pembangunan global Milenium Development Goals (MDGs) dalam bentuk agenda pembangunan berkelanjutan yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda pembangunan ini menambahkan tujuan yang lebih luas dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan keberlanjutan sosial. Selain itu SDGs menggunakan indikator pencapaian yang lebih tinggi daripada MDGs. Hal ini menjadi tantangan bagi negara-negara maju yang sudah mencapai target MDGs dengan baik serta PR besar untuk negara berkembang dan miskin yang bahkan memiliki beberapa capaian MDGs dibawah indikator yang ditargetkan.

Sustainable Development Goals
Agenda pembangunan berkelanjutan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Mengakhiri kemiskinan dan segala bentuknya di seluruh negara
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan
  3. Pastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua pada segala usia
  4. Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan adil dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan
  6. Memastikan ketersediaan dan pengelolaan yang berkelanjutan, air dan sanitasi untuk semua
  7. Menjamin akses ke energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan modern untuk semua
  8. Mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkelanjutan ekonomi, kesempatan kerja pernuh dan produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua
  9. Membangun infrastuktur tangguh, mempromosikan industrialisasi inklusif dan berkelanjutan, dan mendorong inovasi
  10. Mengurangi ketimpangan dalam dan di antara negara-negara
  11. Membuat kota-kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan
  12. Pastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan
  13. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya
  14. Melestarikan dan berkelanjutan dalam menggunakansamudera, laut, dan sumber daya kelautan untuk pembanguna berkelanjutan
  15. Melindungi, memulihkan, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem darat, berkelanjutan mengelola hutan, memerangi desertifikasi, dan menghentikan dan membalikkan degradasi lahan serta menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati
  16. Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan
  17. Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan

Tujuan terkait bidang kesehatan adalah goal 3, yaitu pastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua pada segala usia. Tujuan 3 ini terdiri dari 13 indikator pencapaian, yaitu sebagai berikut:
  1. Pada tahun 2030, terjadi penurunan rasio kematian ibu yang kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup
  2. Pada tahun 2030, mengakhiri dan mencegah kematian bayi dan balita 
  3. Pada tahun 2030, mengakhiri epidemi AIDS, TB, malaria dan penyakit tropis lainnya, memberantas hepatitis, penyakit yang ditularkan dengan perantara air, dan penyakit menular lainnya
  4. Pada tahun 2030, mengurangi sepertiga kematian dini akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan pengobatan, dan mempromosikan kesehatan mental dan kebahagiaan
  5. Penguatan pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan obat, termasuk penyalahgunaan obat narkotika, dan penggunaan alkohol yang berbahaya
  6. Pada tahun 2020, pengurangan setengah angka kematian dan luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas
  7. Pada tahun 2030, menjamin akses untuk semua pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk keluarga berencana, informasi dan pendidikan, dan mengintegrasikan kesehatan reproduksi dalam program nasional dan strategis
  8. Mencapai pelayanan kesehatan untuk semua (Universal Health Coverage), termasuk proteksi resiko finansial, akses kepada pelayanan kesehatan esensial yang berkualitas, dan akses yang aman, efektif, berkualitas, dan obat-obat esensial dan vaksin yang terjangkau untuk semua
  9. Pada tahun 2030, pada hakikatnya mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat unsur kimia berbahaya, dan udara, air, dan tanah yang terkena polusi dan kontaminasi
  10. Penguatan implementasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) pada seluruh negara peserta
  11. Mendukung penelitian dan pengembangan vaksin dan obat penyakit menular maupun tidak menular terutama pada negara berkembang, menyediakan akses terutama obat esensial dan vaksin, berkenaan dengan Deklarasi Doha yang menegaskan hak negara berkembang menggunakan persyaratan penuh pada persetujuan TRIPS sehubungan dengan mudah disesuaikan untuk melindungi kesehatan masyarakat khususnya menyediakan akses obat untuk semua
  12. Peningkatan anggaran kesehatan secara substantif, dan merekrut, mengembangkan, melatih, danretention SDM kesehatan di negara berkembang, khusunya LDCs dan SIDS
  13. Penguatan kapasitas semua negara, khususnya negara berkembang untuk peringatan dini, pengurangan resiko, dan manajemen resiko kesehatan global dan nasional.
Terlihat sekali indikator kesehatan SDGs begitu beragam menjangkau semua permasalahan kesehatan yang sebelumnya tidak ditemukan di MDGs. Indikator tersebut antara lain terkait penyalahgunaan NAPZA, Universal Helath Coverage (UHC) yang di Indonesia dikenal dengan nama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu juga ada pencegahan kematian dan luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas, pengembangan penelitian untuk obat, dll. Indikator lainnya yang menarik adalah dukungan anti tembakau (FCTC) yang sayang sekali bagi negara Indonesia yang tidak ikut menandatangin upaya anti rokok ini. Anyway, bagaimana Indonesia, are you ready for SDGs ?? :)

Sabtu, 01 Agustus 2015

24 Juli 2015

Bulan juli selalu menyisakan hal-hal yang berkesan dalam hidupku. Tak terkecuali juli tahun ini. Bahagia -karena di bulan ini kelahiranku- sedih, karena ada rekan yang sudah duluan ke surga :'), dan berbagai pengalaman baru yang membuka mata hati dan pikiran betapa kompleksnya hidup ini. Terima kasih semua yang telah memberi inspirasi buat hidupku dan membuatku semakin bijak. Hidup di dunia hanya sementara, mana punyamu? Semua hanya titipan Tuhan.


24 Juli 2015

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin habiskan waktukyu di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu,
Atau tentang bunga-bunga yang manis di Lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu.

Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan mendung.

Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

SHG

Kamis, 05 Maret 2015

Pantai Carocok dan Bukit Langkisau, Eksotisme Pesisir Selatan

Hai haii.. Lama tak menulis karena berbagai kesibukan, saatnya rehat. Kali ini saya mau berbagi pengalaman traveling ke Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Sebagai pemudi minang harapan bangsa yang sudah stay di Padang, malu rasanya kalau tidak mengexplore wisata-wisata Sumbar yang begitu menarik dan belum terekspos. Seperti biasa perjalanan ini tanpa ada rencana sebelumnya. Kebetulan ada partner yang mau diajakin menggila, langsung cuss deh. :D

Perjalanan ke painan dimulai dari Kota Padang menggunakan mobil pribadi. Ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Kami berangkat jam 8an pagi, jalannya relatif mulus dan datar, sellowww bro… Sekitar jam 10 kami sampai di pantai carocok. HTM Rp 5000 aja. Cuaca lagi bersahabat nih, ga panas terik, ga mendung juga. Langit biru awan putih.. aduhai indahnyaaa.. Yuk mariiiii foto-foto!! 


Pantai carocok adalah pantai kebanggaan warga painan, ciri khasnya adalah jembatan panjang dari kayu berwarna oranye yang dapat ditelusuri menuju pulau mungil yang punya banyak bebatuan. Pasirnya relatif mulus dan berwarna keputihan. Ombaknya cenderung kecil dan tenang karena di laut lepas banyak ditemukan pulau-pulau kecil sehingga ombaknya sudah terpecah. Pulau-pulau ini dapat dikunjungi menggunakan boat yang banyak disewakan dari pantai carocok. Beberapa pulau itu antara lain pulau cingkuak, cubadak, pamutusan, dll. Di sana banyak ditemukan berbagai wahana water sport seperti jet sky, banana boat, snorkeling, diving, dll.

Karena saya harus kembali ke padang sebelum jam 4 sore, makan kami memutuskan untuk main-main di sekitaran pantai saja, tidak menuju pulau. Ada banyak lokasi yang bagus buat foto-foto. Selain di jembatan yang sangat eksotis, coba sedikit jalan ke depan ada lokasi pasir beserta batu karang dan tumbuhan laut ditemani air laut tenang berwarna hijau kebiruan mampu menarik hati saya untuk berlama-lama disini. Ngadeeemmm… Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. Saatnya cus objek selanjutnya.


Sayang sekali kalau sudah di Painan tanpa mengunjungi Bukit Langkisau, dataran tinggi yang kalau ditempuh dari lokasi pantai carocok hanya berkisar 10-15 menit. Hati-hati jalan menuju sini cukup menanjak. Sesampai di sana, hawa sejuk langsung menyeruak. Bau pohon dan dedaunan segar khas dataran tinggi menusuk hidung. Yup, kami sudah berada sekitar 400 meter dpl. Yuhuuuuu!! Oia btw disini ga bayar tiket masuk, cukup parkiran aja. Pas buat anak kos seperti saya lah ya.

Saya langsung menuju ke titik pandang Bukit Langkisau. Dari sini terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Laut pesisir selatan, perkebunan, dan wilayah painan dilihat dari ketinggian dibingkai oleh langit biru dan awan putih. Angin sepoi-sepoi bertiup membelai mesra saya. Perfect!! Saya ga lagi di surga kan? Hehe.


Lokasi ini merupakan salah satu spot favorit olahraga paralayang. Sayang pas saya ke sana belum ada, menurut warga di sana biasanya paralayang dimulai di sore hari dan full day pas weekend. Puas berfoto-foto, sekitar jam satuan kami langsung meluncur ke Padang. Perjalanan singkat dengan sejuta pengalaman luar biasa. Reccomended!!

Tips:
  1. Kalau mau menjajal water sport di pantai carocok, siapkan kostum renang/kostum ganti dan berangkat di pagi hari, biar puasnya poll 
  2. Waktu terbaik mengunjungi pantai adalah pagi dan siang hari. Kalau mau sepi, waktu terbaik adalah weekday 
  3. Jangan lupa pake sunblock n kacamata hitam, biar kece :D 
  4. Kamera adalah must have item, kalo bisa camera underwater biar safety kalo nyemplung di air

Selasa, 30 Desember 2014

Outlook Kebijakan dan Manajemen Kesehatan 2015

Tadi pagi saya ikut menghadiri acara diskusi aktual dengan tema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Menuju Universal Coverage 2019: Pelayanan Kesehatan Daerah Maju Kontra Daerah Tertinggal. Hal yang menarik bagi saya adalah diskusi sesi pertama antara FKM Unand Kota Padang dengan PKMK FK UGM Yogyakarta online menggunakan layanan webinar. Senang rasanya bisa melihat paparan dosen saya di UGM dulu, sebut saja dr. Yodi Mahendradinata, Prof. Laksono Trisnantoro, dan dr. Mubasyir Hasanbasri.



Prof. Laksono Trisnantoro memaparkan mengenai outlook sektor kesehatan indonesia tahun 2015 dalam perspektif pemerataan. Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di Indonesia masih belum tersebar merata. Terjadi peningkatan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang signifikan namun kebanyakan hanya di daerah Jawa, sehingga daerah maju akan semakin maju dan daerah tertinggal belum bisa mengejar perkembangan daerah maju.

Menghadapi tantangan tidak meratanya pelayanan kesehatan 2015, perlu diantisipasi beberapa usaha penting:
  1. Analisis data klaim 2015. Perlu segera dianalisis penyebaran pasien BPJS di kelas RS dan penggunaan rasio klaim.
  2. Kebijakan BPJS dan JKN perlu dikaji secara rinci, mulai dari Undang-Undang sampai dengan peraturan operasional.
  3. Kemenkes dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mampu harus merencanakan berbagai belanja investasi untuk infrastruktur kesehatan dan pengembangan SDM kesehatan.

Selanjutnya Prof. Laksono menyarankan tindakan yang perlu dikerjakan pemerintah, yaitu:
Secara Jangka Pendek:
  1. Kemenkes dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mampu bertugas menyediakan fasilitas kesehatan primer dan rujukan serta Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Diperlukan dana cepat untuk pengiriman tenaga-tenaga kesehatan secara team dalam pelayanan primer dan rujukan di berbagai daerah pinggiran Indonesia sesuai pernyataan nawacita (sembilan cita-cita Jokowi-JK)
Secara Jangka Panjang:
  1. Kemenkes perlu menekankan mengenai tindakan preventif dan promotif. Efek keberhasilan tindakan ini tidak instan tapi jangka panjang.
  2. Kemenkes terus merencanakan dan negosiasi untuk biaya modal dana investasi secara berkelanjutan di tahun 2015-2019 agar keseimbangan antara daerah terpencil/KTI dengan Jawa dan daerah barat dapat semakin dikurangi.

Minggu, 28 Desember 2014

CapiTea, Surganya Pecinta Bubble

CapiTea adalah salah satu tempat menikmati dessert dengan ciri khas olahan ice tea dan bubble yang beraneka ragam. CapiTea merupakan bubble tea franchise dari Taiwan. Cabangnya udah menyebar di Indonesia. Kali ini saya dan teman-teman mau mencicipi aneka olahan ice dessert di CapiTea Padang. Lokasinya di kawasan pondok.

Ice dessert yang kami pilih adalah: avocado dream machine (29K), midnight (34K), dan sunrise (34K). Snacknya kami pilih french fries (22K). Sambil menunggu orderan datang, kami bisa foto-foto, santai menikmati suasana yang nyaman. Desainnya unik, wallpaper pakai cermin yang dicat warna warni jadi terkesan luas. Ada tv, alunan musik, dan free wifi juga. Setelah menunggu beberapa waktu, pesanan datang. Yuk mari dicoba...

Avocado dream machine merupakan es krim vanilla yang dimixed dengan buah alpukat, bubble, cincau, dll. Ciri khas ice dessert di sini adalah bubble, jelly relatif padat berbentuk bulat dan berwarna hitam. Karena saya pecinta alpukat, rasa es yang ini uenak rek..
avocado dream machine
Midnight merupakan es krim green tea yang dimixed sama bubble, cincau, dan candil. Rasanya komplit, ada segernya dari cincau dan es krim green tea. Trus rasa manis dari santan dan candilnya.
midnight
Sunrise merupakan es krim vanila yang dimixed sama cincau, bubble, nata de coco, agar-agar, dll. Langsung seger pas masuk mulut. Almost full of fresh.
sunrise
Finally, rasa ice dessertnya bener-bener unik dengan ciri khas cincau dan bubble tea. Meskipun harganya relatif mahal, namun porsi jumbo dan suasana nyaman yang ditawarkan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Rate:
Avocado dream machine: 4,5/5
Midnight: 4/5
Sunrise: 4,2/5