Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

CapiTea, Surganya Pecinta Bubble

CapiTea adalah salah satu tempat menikmati dessert dengan ciri khas olahan ice tea dan bubble yang beraneka ragam. CapiTea merupakan bubble tea franchise dari Taiwan. Cabangnya udah menyebar di Indonesia. Kali ini saya dan teman-teman mau mencicipi aneka olahan ice dessert di CapiTea Padang. Lokasinya di kawasan pondok.

Ice dessert yang kami pilih adalah: avocado dream machine (29K), midnight (34K), dan sunrise (34K). Snacknya kami pilih french fries (22K). Sambil menunggu orderan datang, kami bisa foto-foto, santai menikmati suasana yang nyaman. Desainnya unik, wallpaper pakai cermin yang dicat warna warni jadi terkesan luas. Ada tv, alunan musik, dan free wifi juga. Setelah menunggu beberapa waktu, pesanan datang. Yuk mari dicoba...

Avocado dream machine merupakan es krim vanilla yang dimixed dengan buah alpukat, bubble, cincau, dll. Ciri khas ice dessert di sini adalah bubble, jelly relatif padat berbentuk bulat dan berwarna hitam. Karena saya pecinta alpukat, rasa es yang ini uenak rek..
avocado dream machine
Midnight merupakan es krim green tea yang dimixed sama bubble, cincau, dan candil. Rasanya komplit, ada segernya dari cincau dan es krim green tea. Trus rasa manis dari santan dan candilnya.
midnight
Sunrise merupakan es krim vanila yang dimixed sama cincau, bubble, nata de coco, agar-agar, dll. Langsung seger pas masuk mulut. Almost full of fresh.
sunrise
Finally, rasa ice dessertnya bener-bener unik dengan ciri khas cincau dan bubble tea. Meskipun harganya relatif mahal, namun porsi jumbo dan suasana nyaman yang ditawarkan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Rate:
Avocado dream machine: 4,5/5
Midnight: 4/5
Sunrise: 4,2/5

Kamis, 25 Desember 2014

Batagor Ihsan, Citarasa Bandung di Kota Padang

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan makan siang di Resto Batagor Ihsan. Lokasinya di Jl. Proklamasi, Sawahan, Kota Padang. Kalau denger kata batagor, pasti ingat sama kuliner Bandung. Yap, akronim dari bakso tahu goreng ini adalah makanan khas bandung yang awalnya dipopulerkan oleh orang china. Meskipun saya bukan orang bandung, saya selalu penasaran dengan kuliner kota kembang ini.

Lokasi resto cukup strategis, di pusat kota Padang. Tempatnya lumayan nyaman dengan desain minimalis, pada temboknya terpajang wallpaper gedung sate khas Kota Bandung. Nilai plus adalah pelayannya ramah dan free wifi :D. Baiklah langsung k makanannya aja ya, kali ini saya pesan Siomay mix batagor bakso (19K) dan nasi goreng pataya (18K). Umm emang nasi goreng pataya khas bandung ya? Watever saya pesan ini karena termasuk dalam daftar menu favorit di sini.

Sambil menunggu pesanan datang, saya bisa internetan gratis dari fasilitas wifi yang tersedia. Musik easy listening tak berhenti berputar dari speaker resto yang sudah memiliki banyak cabang di Indonesia ini. Akhirnya pesanan datang, mari makaaannn....
Siomay mix batagor bakso
Nasi goreng pataya
Siomay mix batagor bakso punya tampilan yang menarik. Terdiri dari bakso, irisan batagor goreng dan batagor rebus, plus telur. Semua disiram dengan kuah kacang yang diberi sedikit perasan jeruk nipis (optional). Rasanya nyamm mantap. Daging pada baksonya begitu terasa, tekstur batagornya juga pas, tidak terlalu keras. Sayang kuahnya terlalu sedikit buat saya, hehe.

Nasi goreng pataya memiliki tampilan yang menarik, nasi goreng diselimuti telur dadar. Saya penasaran bagaimana cara bikin telur dadar seluas itu. Rasa nasi gorengnya standar, yang menarik adalah campurannya yang cukup beragam. Ada irisan bakso, sosis ayam, sosis ikan, dan wortel. Tidak lupa pakai acar sayur.

Tidak afdol rasanya kalau makan tidak ditemani minuman. Strawberry float (16K) ala batagor ihsan adalah salah satu yang terbaik menurut saya. Buah stroberinya terasa, ditambah potongan es krim rasa stroberi yang lezatos. Es buah (15K) adalah salah satu menu andalan disini. Wajar sih, rasanya enak dengan campuran buah yang cukup komplit. Ada buah naga, apel, pir, rambutan, nenas, pepaya, anggur, dll.
Sup buah
Strowberry float
Puas sekali rasanya makan disini. Meski harga yang ditawarkan cukup tinggi, namun pelayanan, rasa, dan suasana yang diberikan patut diacungi jempol. Kenyang dan.... Reccomended!!

Rate:
Siomay mix batagor bakso : 4/5
Nasi goreng pataya: 4/5
Strawberry float: 4,5/5
Sup buah: 4/5

Sabtu, 29 November 2014

Ketika Tak Ada Alasan Lagi untuk Tidak Menyantap Bebek

Kali ini saya mau bahas mengenai kuliner bebek. Saya tertarik karena tidak semua orang yang suka makan bebek, khususnya keluarga saya. Padahal bebek memiliki nilai gizi yang tinggi. Kualitas telurnya sangat bagus. Dagingnya lembut karena mengandung banyak lemak. Ups jangan buru-buru kuatir karena lemaknya tidak separah lemak pada minyak goreng maupun jeroan. Menurut National Nutrition Database Department of Agriculture US, lemak jenuh dalam daging bebek sebanyak 33%, lemak tak jenuh mencapai 62%, sementara lemak tunggal asam linoleat sebanyak 40% (Conis, 2011). Komposisi ini tidak berlebihan dan baik untuk mencukupi kebutuhan lemak sehari-hari.

Selain kaya lemak, bebek memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu 21,4 gram protein dari 100 gram berat total. Kandungan ini lebih tinggi daripada protein yang dimiliki ayam (Srigandono, 1997). Daging bebek juga kaya akan vitamin dan mineral, sehingga memiliki banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah: menjaga kerja otot dan tekanan darah, mencegah anemia, anti oksidan, dan membantu kerja sistem metabolisme tubuh. Buat para wanita bisa mempercantik kulit tubuh dan wajah. Buat para pria, makan bebek dapat menambah vitalitas lo, hehe.

Pada suatu siang ketika masih stay di Jogja, teman saya mengajak makan bebek. Namun karena keluarga saya tidak doyan bebek (baca: Mama) jadi nyaris tidak pernah ada menu bebek yang mampir di meja makan. Haha, selama ini doktrin dalam pikiran saya bebek itu amis, ga enak, ga banget gitu deh. Teman saya pantang menyerah juga, mereka bilang kalau ini adalah salah satu santapan bebek terenak di Jogja. Hemm saya jadi penasaran. Akhirnya kami meluncur ke TKP.

Namanya ‘Bebek Goreng H. Slamet’. Lokasi udah banyak dimana-mana, namun kali ini saya makan di Jl.Affandi, Gejayan. Bukanya dari jam 9 pagi sampai malam. Namun biasanya sore udah tutup karena sudah habis. WOW! Tempatnya lumayan nyaman, disain minimalis, dua lantai, ada kursi dan lesehan. Sangat cocok buat keluarga. Setelah menunggu tidak terlalu lama, pesanan datang. Bebek goreng yang sudah dipotong-potong untuk satu porsi lengkap dengan sambel bawang dan lalapan. Waktunya mencoba.. HAPP..

Bebek Goreng H.Slamet
Ternyata daging Bebek emang enak ya, lembut, bumbunya juga nikmat, ketika dicocol dengan sambel mentah, nyammmm… surge dunia. Hahaha. Sangat pas dinikmati dengan nasi pulen yang panas. Sejak saat itu saya tidak parno lagi sama yang namanya bebek. Walaupun harganya relatif lebih mahal daripada ayam goreng, sekitar Rp 16.000 untuk satu porsi, tapi menawarkan cita rasa yang berbeda, dagingnya lebih legit dan empuk. Ternyata lagi, tidak semua masakan bebek yang enak. Saya pernah mencoba bebek dengan rasa amburadul, tepatnya dipinggir jalanan Solo. Dagingnya nyaris ga bisa digigit, seperti menggigit karet deh. Ampuunn…

Pengalaman tersebut tidak membuat saya trauma-trauma amat sih. Kalau dimasak dengan teknik dan bumbu yang tepat, daging bebek akan terasa sangat nikmat. Setelah stay lagi di Ranah Minang Sumatera Barat, saya jadi penasaran pengen coba bebek olahan urang awak. Olahan bebek yang sangat popular adalah 'Itiak lado ijau' khas Bukittinggi. Itiak lado ijau artinya adalah bebek sambel lombok ijo. Bebek goreng yang dilumuri dengan sambel hijau yang sudah penuh bumbu khas Minang.

Itiak lado ijau
Akhirnya saya dapat kesempatan mencicipi Itiak Lado Ijau di Bukittinggi, tepatnya di RM Itiak Lado Ijau dekat Ngarai Sianok. Tempatnya cukup bagus dengan view pemandangan Ngarai Sianok yang sangat indah. Hawa Bukittingi yang dingin membuat perut semakin lapar. Setelah pesanan datang, Kami langsung makan HAP HAP! Subhanallah,bangga deh jadi anak Minang, HAHAHA, bumbunya enak banget, daging bebeknya juga empuk, pas sekali dimakan dengan nasi dari bareh solok. :D Walaupun begitu harga menu bebek disini emang lebih mahal ketimbang di Jogja, sekitar Rp 30.000 untuk satu porsi, tak mengapa karena potongan dagingnya yang cukup besar dan rasanya yang Mak Nyoss.

Sebenernya saya masih penasaran buat mencoba satu lagi kuliner bebek yang sangat terkenal, baik di Indonesia maupun Dunia, Yupp Bebek Peking!! Kapan-kapan saya akan review di sini. :D

Rate:
Bebek Goreng H.Slamet : 4/5
Itiak Lado Ijau Ngarai Sianok : 4/5


Reference:
Conis, Elena. 2011. Pour on the Duck Fat, in Moderation. Los Angeles Times: Los Angeles. http://articles.latimes.com/2011/mar/27/health/la-he-nutrition-duck-fat-20110320
Srigandono, B. 1996. Produksi Unggas Air. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 

Minggu, 29 Desember 2013

Rempah Asia, Santapan Malaysia di Yogyakarta

Malam ini Yogyakarta terasa tenang dan dingin, bau lembab selepas hujan tadi sore masih terasa. Perut saya jadi lapar. Akhirnya saya dan teman saya memutuskan hunting makanan yang cocok dengan suasana adem ini. Makanan yang panas, berkuah, dan pedas menjadi incaran saya. Mata kami berhenti di Resto Rempah Asia, Jalan Kaliurang (Jakal) km 5, tidak jauh dari kampus UGM. Tempatnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman dan selalu ramai dikunjungi pembeli. Keliatannya menarik, karena saya adalah salah satu pecinta kuliner melayu yang kaya dengan bumbu rempah.
Sampai di sana kami langsung pesan Mie Kari, Mie Hainam, Nugget, dan Lemon Tea. Pesanan kami langsung dimasak oleh juru masak yang berasal dari Malaysia. Selang beberapa waktu makanan telah tersaji di atas meja. Mari Makan!!

resto rempah asia

mie kari (bawah), mie hainam (atas), nugget (kiri)
Mie Kari memiliki porsi jumbo, terdiri dari mie kuning, baso, ayam, telur, sawi hijau, disertai taburan seledri dan bawang goreng di atasnya. Tidak lupa irisan jeruk nipis. Rasanya SLUURRPP enak pake banget!! Bumbu kuah karinya pas dan berasa banget. Sambelnya juga pas. Mak NYoss lah. Setelah itu saya cicipi Mie Hainam. Mie ini khas malaysia dengan ciri khas kuah kental dari tepung jagung yang berwana kecokelatan dan disajikan di atas hot plate. Porsinya cukup banyak terdiri dari mie kuning, sayur sawi hijau, telur ceplok, dan potongan ayam. Rasanya bener-bener kaya bumbu dan ada cita rasa saos tiramnya. Sedikit asin di lidah saya.

Chicken nugget yang kami pesan memiliki tekstur daging yang empuk dan cocok dimakan bersama aneka mie panas ini. Setelah menyeruput habis lemon tea, kami tersadar kalo barusan habis makan kalap. HAHAHA. Overall menu ini cocok dengan lidah saya yang merupakan pecinta bumbu rempah. Walaupun harus merogoh gocek agak banyak, makanan yang tersaji panas ini sukses menghangatkan perut kami yang kedinginan :D

Rate: 4,2/5