Tampilkan postingan dengan label kuliner minangkabau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner minangkabau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Ketika Tak Ada Alasan Lagi untuk Tidak Menyantap Bebek

Kali ini saya mau bahas mengenai kuliner bebek. Saya tertarik karena tidak semua orang yang suka makan bebek, khususnya keluarga saya. Padahal bebek memiliki nilai gizi yang tinggi. Kualitas telurnya sangat bagus. Dagingnya lembut karena mengandung banyak lemak. Ups jangan buru-buru kuatir karena lemaknya tidak separah lemak pada minyak goreng maupun jeroan. Menurut National Nutrition Database Department of Agriculture US, lemak jenuh dalam daging bebek sebanyak 33%, lemak tak jenuh mencapai 62%, sementara lemak tunggal asam linoleat sebanyak 40% (Conis, 2011). Komposisi ini tidak berlebihan dan baik untuk mencukupi kebutuhan lemak sehari-hari.

Selain kaya lemak, bebek memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu 21,4 gram protein dari 100 gram berat total. Kandungan ini lebih tinggi daripada protein yang dimiliki ayam (Srigandono, 1997). Daging bebek juga kaya akan vitamin dan mineral, sehingga memiliki banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah: menjaga kerja otot dan tekanan darah, mencegah anemia, anti oksidan, dan membantu kerja sistem metabolisme tubuh. Buat para wanita bisa mempercantik kulit tubuh dan wajah. Buat para pria, makan bebek dapat menambah vitalitas lo, hehe.

Pada suatu siang ketika masih stay di Jogja, teman saya mengajak makan bebek. Namun karena keluarga saya tidak doyan bebek (baca: Mama) jadi nyaris tidak pernah ada menu bebek yang mampir di meja makan. Haha, selama ini doktrin dalam pikiran saya bebek itu amis, ga enak, ga banget gitu deh. Teman saya pantang menyerah juga, mereka bilang kalau ini adalah salah satu santapan bebek terenak di Jogja. Hemm saya jadi penasaran. Akhirnya kami meluncur ke TKP.

Namanya ‘Bebek Goreng H. Slamet’. Lokasi udah banyak dimana-mana, namun kali ini saya makan di Jl.Affandi, Gejayan. Bukanya dari jam 9 pagi sampai malam. Namun biasanya sore udah tutup karena sudah habis. WOW! Tempatnya lumayan nyaman, disain minimalis, dua lantai, ada kursi dan lesehan. Sangat cocok buat keluarga. Setelah menunggu tidak terlalu lama, pesanan datang. Bebek goreng yang sudah dipotong-potong untuk satu porsi lengkap dengan sambel bawang dan lalapan. Waktunya mencoba.. HAPP..

Bebek Goreng H.Slamet
Ternyata daging Bebek emang enak ya, lembut, bumbunya juga nikmat, ketika dicocol dengan sambel mentah, nyammmm… surge dunia. Hahaha. Sangat pas dinikmati dengan nasi pulen yang panas. Sejak saat itu saya tidak parno lagi sama yang namanya bebek. Walaupun harganya relatif lebih mahal daripada ayam goreng, sekitar Rp 16.000 untuk satu porsi, tapi menawarkan cita rasa yang berbeda, dagingnya lebih legit dan empuk. Ternyata lagi, tidak semua masakan bebek yang enak. Saya pernah mencoba bebek dengan rasa amburadul, tepatnya dipinggir jalanan Solo. Dagingnya nyaris ga bisa digigit, seperti menggigit karet deh. Ampuunn…

Pengalaman tersebut tidak membuat saya trauma-trauma amat sih. Kalau dimasak dengan teknik dan bumbu yang tepat, daging bebek akan terasa sangat nikmat. Setelah stay lagi di Ranah Minang Sumatera Barat, saya jadi penasaran pengen coba bebek olahan urang awak. Olahan bebek yang sangat popular adalah 'Itiak lado ijau' khas Bukittinggi. Itiak lado ijau artinya adalah bebek sambel lombok ijo. Bebek goreng yang dilumuri dengan sambel hijau yang sudah penuh bumbu khas Minang.

Itiak lado ijau
Akhirnya saya dapat kesempatan mencicipi Itiak Lado Ijau di Bukittinggi, tepatnya di RM Itiak Lado Ijau dekat Ngarai Sianok. Tempatnya cukup bagus dengan view pemandangan Ngarai Sianok yang sangat indah. Hawa Bukittingi yang dingin membuat perut semakin lapar. Setelah pesanan datang, Kami langsung makan HAP HAP! Subhanallah,bangga deh jadi anak Minang, HAHAHA, bumbunya enak banget, daging bebeknya juga empuk, pas sekali dimakan dengan nasi dari bareh solok. :D Walaupun begitu harga menu bebek disini emang lebih mahal ketimbang di Jogja, sekitar Rp 30.000 untuk satu porsi, tak mengapa karena potongan dagingnya yang cukup besar dan rasanya yang Mak Nyoss.

Sebenernya saya masih penasaran buat mencoba satu lagi kuliner bebek yang sangat terkenal, baik di Indonesia maupun Dunia, Yupp Bebek Peking!! Kapan-kapan saya akan review di sini. :D

Rate:
Bebek Goreng H.Slamet : 4/5
Itiak Lado Ijau Ngarai Sianok : 4/5


Reference:
Conis, Elena. 2011. Pour on the Duck Fat, in Moderation. Los Angeles Times: Los Angeles. http://articles.latimes.com/2011/mar/27/health/la-he-nutrition-duck-fat-20110320
Srigandono, B. 1996. Produksi Unggas Air. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta 

Sabtu, 06 Juli 2013

Iko Gantinyo, Es Durian Khas Padang yang Menggoyang Lidah

Liburan semester kali ini saya isi dengan pulang kampung ke ranah minang. Liburannya cukup lama, hampir tiga bulan, sudah termasuk bulan ramadhan dan idul fitri di sini. Love you pull my campus:* Siang ini seperti biasanya Padang terasa sangat panas, memaksa saya untuk mencari yang seger-seger. Pikiran langsung tertuju pada salah satu tempat nongki favorit ketika masih kuliah di Kota Padang dulu, yaitu Es Durian Iko Gantinyo. Tempatnya di Jl, Pulau Karam, Pondok. Di sana banyak ditemukan penjual es durian, tapi saya sudah terbiasa menikmatinya di tempat langganan ini. Jadi tidak pernah berpaling ke yang lain.

es durian iko gantinyo
Es Durian Iko Gantinyo memiliki tempat yang nyaman dengan desain modern minimalis sehingga pengunjung betah berlama-lama di sini. Menu yang ditawarkan tidak hanya es durian, tapi juga ada es krim, sate padang, mpek-mpek palembang, dan gado-gado. Kali ini saya memesan menu favorit saya, yaitu sate padang, kemudian gado-gado, es durian, dan es krim banana split. Jangan kaget dulu ya, karena menu sebanyak ini tidak saya habiskan sendiri, tapi berdua dengan partner kuliner saya XD.

Tidak lama pesanan kami datang. Makanan langsung kami lahap hap happ. Rasa satenya tidak berubah dari dulunya, tetap penuh bumbu nikmat dengan daging sapi sate yang empuk. kuahnya kental berwarna kuning ditaburi bawang goreng diatasnya. Begitu pula gado-gado dengan bumbu kacang yang menggoda. Es Durian yang merupakan menu andalan tempat ini tetap memperlihatkan pesonanya; segar, manis, dan nikmat. Terdiri dari cincau, tebak, sirup, agar-agar, es serut yang disiram kuah durian asli dan susu kental manis. Es krim banana splitnya juga recommended.

es durian
es krim banana split

sate padang (kiri), gado-gado (kanan)
Finally menu siang ini sukses memanjakan lidah saya. Sate Padang dan Gado-Gado dengan cita rasa yang khas dan berkelas sangat cocok dipadankan dengan es durian dan banana split yang segar. Es durian ini memang paling pas dinikmati pada siang hari di Kota Padang cukup panas terik. Kuliner Padang emang tidak ada matinya. Dahaga hilang, perut kenyang XD.

Rate: 4/5

Sabtu, 01 Juni 2013

Perjalanan Sederhana Menuju Tanjung Mutiara

Mumpung masih liburan, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan buat jalan-jalan di ranah minang. Weekend kali ini, saya dan orang-orang tersayang mau menaiki kereta api wisata rute Kota Solok – Tanjung Mutiara. Rute ini cuma ada di hari sabtu dan minggu. Jadwal keberangkatan dari Solok adalah jam 8.30, sementara jadwal pulang dari Tanjung Mutiara – Solok adalah jam 14.00 WIB. Karena planning mendadak, jam 8.30 kami baru nyampe stasiun dan langsung buru-buru naik gerbong yang kosong. Kali ini kami beli kelas ekonomi dengan hari Rp 10.000 per penumpang.

Kereta api wisata yang kami naiki tampak relatif tua, kursinya berhadap-hadapan dan cukup empuk, tanpa AC cukup angin sepoi-sepoi. Sepanjang perjalanan di Kereta Api, mata kami disuguhi pemandangan yang indah, hamparan Danau Singkarak yang masih alami. Sekitar jam 11 siang kami sampai stasiun dengan selamat. Perut jadi laper. Kami langsung menuju ke lokasi tujuan kami, warung makan! Kebetulan kami punya tempat makan favorit, khasnya adalah katupek gulai dan pangek ikan sasau. Lokasinya pas disamping stasiun. Beruntung makanan di sana belum habis, kami langsung menyerbu sajian di meja.

Katupek gulai adalah ketupat yang disiram kuah gulai santan yang kental dan penuh bumbu rempah khas minang, isinya ada daging sapi, sayur nangka, dan rebong. Rasanya mirip kuah kari. Pedas Mantap. Kuliner lain yang juga favorit saya adalah pangek ikan sasau. Makanan ini adalah olahan Ikan Sasau (Ikan air tawar) yang direbus dengan air tanpa santan yang mirip kuah tom yam, namun kuahnya lebih kental dan pedas. Bumbunya juga sedikit berbeda. Sehat, segerrrr, dan pedess.. ;9

Pangek ikan sasau

Katupek gulai
Setelah memanjakan perut, kami foto-foto sebentar di stasiun. Sekitar 500 m dari sini, kita bisa menikmati pesona Danau Singkarak yang kalem. Cukup jalan kaki karena deket banget. Sepanjang perjalanan menuju danau, mata dimanjakan dengan langit biru yang membawahi rumah penduduk lokal dan hamparan sawah yang menghijau. Waktunya pose till drop! :D



Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.30, waktunya kami beli tiket pulang. Kali ini dapet kelas eksekutif, harganya Rp 20.000 per orang. Jam 14.00 Kereta Api meluncur menuju Solok. Suasana gerbong eksekutif alias VIP cukup nyaman meskipun kursi-kursi sofa yang empuk sudah tampak lusuh karena termakan usia. Bedanya di dalam gerbong ada meja, kamar mandi, karpet, AC, dan satu gerbong isinya cuma kami satu keluarga. Sepanjang perjalanan penuh dengan canda tawa mesra :D

Pemandangan Danau Singkarak dari gerbong kereta
danau singkarak
Pukul 16.00 kami sampai kembali ke Kota Solok, sungguh pengalaman sederhana yang menarik dan patut buat kalian coba. J