'Bahagia itu adalah bisa sekolah, dibayarin, dan digaji'
Jangan protes dulu donk, itu kan menurut saya.
Hehehe.
Saya merasa bejo karena mendapatkan beasiswa pendidikan semasa kuliah S1 dan beasiswa pendidikan fulbright ketika menempuh S2. Dua-duanya saya tempuh di dalam negeri, Indonesia tercinta. Banyak sekali yang bertanya bagaimana sih cara memperoleh beasiswa? Saking banyak saya sudah hapal jawabannya di luar kepala. Senang sekali bisa berbagi pengalaman, apalagi jika yang bertanya mengikuti jejak saya, melanjutkan study dan dapet beasiswa. Setidaknya saya sudah ikut membantu NKRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. :D
Nah berikut ini ada beberapa tips lolos beasiswa, berdasarkan pengalaman sendiri dan berdasarkan kelas-kelas mengenai beasiswa yang sudah beberapa kali saya ikuti:
1. Cari informasi sebanyak-banyaknya
Informasi dapat diperoleh dari mana aja, di papan pengumuman kampus, mading kampus, kampus tetangga sebelah, internet, dan teman-teman. Biasanya info beasiswa ini tidak sepowerful info lowongan pekerjaan apalagi info ajang pencarian bakat. Jangan menutup diri dari dunia luar, perbanyak teman yang memiliki passion untuk melanjutkan study juga. Saya mendapatkan info beasiswa fulbright ini dari teman saya yang beda fakultas dan kuliah di kampus tetangga. Rasanya lebih semangat aja kalau mengurus persyaratan dan mengikuti seleksi bersama-sama.
2. Ikuti berbagai macam kelas promosi beasiswa
Poin ini dapat dikatakan kegiatan iseng iseng berhadiah. Sambil dapat snack gratis, ilmu dan teman baru harus dapat juga donk. Nah di kelas ini saya banyak dapat info pengalaman orang-orang yang sudah lulus sekolah dan dapat beasiswa, khususnya ke luar negeri.Tips dari mereka yang selalu saya ingat adalah jangan berhenti sebelum mencoba. Terkadang banyaknya syarat yang harus dilengkapi untuk beasiswa membuat sebagian orang menyerah duluan. Padahal kalau sudah diurus satu-satu, bakal selesai juga kok.
3. Tingkatkan prestasi akademik
Prestasi akademik penting, karena biasanya beasiswa hanya diberikan pada siswa dengan nilai UN terbaik, mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3, IPK dengan trend selalu naik, atau mahasiswa yang banyak mendapatkan penghargaan ilmiah. Bahkan terkadang pihak kampus tersebut yang datang meminang siswa/mahasiswa agar bersedia disekolahkan di tempat mereka dan langsung bekerja setelah lulus. Wad de heaven :D
4. Rajin Belajar dan Jangan Malas
Terkadang untuk mendapatkan beasiswa memang perlu menempuh berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes potensi akademik, TOEFL, hingga wawancara. Biasanya beasiswa S1 hanya membutuhkan seleksi administrasi atau wawancara, jadi jangan malas mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan ya. Kalau beasiswa S2, selain seleksi administrasi dan wawancara, juga disertai penulisan proposal tesis dan tes tertulis. Tulislah proposal tesis yang sederhana, sistematik, dan sesuai passion kamu. Tes tertulis biasanya terdiri dari tes potensi akademik dan bahasa inggris. Ada syarat batasan poin minimal yang harus dilewati. Jadi jangan malas untuk membahas soal tes potensi akademik dan mempertajam kemampuan bahasa inggris yaa..
5. Cari Tahu Mengenai Penyelenggara Beasiswa
Mencari tau mengenai kredibilitas penyelenggara Beasiswa itu penting, jangan sampai kamu tertipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Niatnya mau dapat sekolah dibayarin, eh malah rugi atau terputus di tengah jalan. Jangan lupa cari tau mengenai lulusan penerima beasiswa tersebut, apakah banyak yang sukses atau malah menganggur. Beberapa penyelenggara yang cukup kredibel antara lain: beasiswa dari Pemerintah Daerah, beasiswa dari Kementerian di Indonesia, seperti Beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Presiden Republik Indonesia dari Kemenkeu, Beasiswa Unggulan dalam dan luar negeri dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, dan masih banyak lagi. Beasiswa luar negeri ada Australian Awards Scholarship, the American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), dll
6. Cari tau mengenai Kota dan Kampus Tujuan
Informasi mengenai kota dan kampus tujuan wajib diketahui, termasuk budaya di sana, jangan sampai kamu merasa tidak nyaman dan tidak aman berada di sana. Selain itu, biasanya pertanyaan pada seleksi wawancara adalah mengenai negara/kota/kampus tujuan kamu, bahkan nama profesor di sana. Kenapa memilih kampus A, atau kenapa memilih Jurusan C dikampus Z. Ada baiknya kamu searching di intenet dulu atau bertanya kepada alumni. Jawaban yang menarik dan benar tentu akan menambah poin bagi tim penilai.
6. Percaya diri dan Berdoa
Hal ini penting, karena percaya diri akan memancarkan aura positif dan sugesti yang baik buat kamu maupun orang disekitarmu. Jangan takut dengan hasil akhir dari perjuangan pengurusan beasiswamu, nikmati saja prosesnya. Hasil akhir adalah yang terbaik dari Tuhan. Jangan lupa berdoa ya... Selamat mencoba :D
Kamis, 04 Desember 2014
Minggu, 30 November 2014
Epi Info untuk Pemetaan Kesehatan
Epi Info adalah paket perangkat lunak epidemiologi yang dikembangkan oleh Center for Disease and Prevention (CDC) USA bekerja sama dengan WHO. Epi Info adalah tools (aplikasi) sederhana yang memungkinkan pengembangan secara cepat instrumen untuk pengumpulan dan analisa data, visualisasi, dan pelaporan menggunakan metode-metode epidemiologi.
Kelebihan aplikasi Epi Info antara lain:
Fasilitas yang dimiliki oleh Epi Info meliputi seluruh kegiatan yang dibutuhkan oleh seorang epidemiologist atau mereka yang terlibat dalam kesehatan masyarakat, yaitu sebagai berikut:
Kelebihan aplikasi Epi Info antara lain:
- FREE, dapat digunakan secara gratis (public domain). Epi Info versi 3 bisa didownload di: http://www.cdc.gov/epiinfo
- USER FRIENDLY, dapat diaplikasikan pada daerah yang memiliki dokter, perawat, epidemiologist, dan tenaga kesehatan masyarakat lainnya yang belum menguasai IT
![]() |
| Tampilan halaman depan Epi Info versi 3 |
- Make View, digunakan untuk mendesain kuesioner. Suatu proyek biasanya dimulai dengan menggunakan Modul Make View untuk menyusun form atau kuesioner survei, sekaligus secara otomatis membuat basis data.
- Enter Data, digunakan untuk memasukkan (entry) informasi yang diperoleh dari hasil survei ke dalam basis data.
- Analyze Data, merupakan program untuk melakukan analisis statistik dan laporan, serta membuat grafik dari data yang telah dimasukkan melalui Modul Enter Data.
- Epi Map, digunakan untuk membuat peta Sistem Informasi Geografis (SIG) dan menumpangsusunkan data survei pada peta tersebut.
- Epi Report, digunakan untuk menyusun presentasi dari hasil temuan.
Kali ini saya ingin membahas khusus mengenai Epi Map, karena menurut saya modul ini cukup rumit dibandingkan modul lain yang bisa dipelajari sendiri dengan cara learning by doing. Bagi yang tertarik mencoba, bisa langsung download file berikut ini:
Sabtu, 29 November 2014
Ketika Tak Ada Alasan Lagi untuk Tidak Menyantap Bebek
Kali ini saya mau bahas mengenai kuliner bebek. Saya tertarik karena tidak semua orang yang suka makan bebek, khususnya keluarga saya. Padahal bebek memiliki nilai gizi yang tinggi. Kualitas telurnya sangat bagus. Dagingnya lembut karena mengandung banyak lemak. Ups jangan buru-buru kuatir karena lemaknya tidak separah lemak pada minyak goreng maupun jeroan. Menurut National Nutrition Database Department of Agriculture US, lemak jenuh dalam daging bebek sebanyak 33%, lemak tak jenuh mencapai 62%, sementara lemak tunggal asam linoleat sebanyak 40% (Conis, 2011). Komposisi ini tidak berlebihan dan baik untuk mencukupi kebutuhan lemak sehari-hari.
Selain kaya lemak, bebek memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu 21,4 gram protein dari 100 gram berat total. Kandungan ini lebih tinggi daripada protein yang dimiliki ayam (Srigandono, 1997). Daging bebek juga kaya akan vitamin dan mineral, sehingga memiliki banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah: menjaga kerja otot dan tekanan darah, mencegah anemia, anti oksidan, dan membantu kerja sistem metabolisme tubuh. Buat para wanita bisa mempercantik kulit tubuh dan wajah. Buat para pria, makan bebek dapat menambah vitalitas lo, hehe.
Pada suatu siang ketika masih stay di Jogja, teman saya mengajak makan bebek. Namun karena keluarga saya tidak doyan bebek (baca: Mama) jadi nyaris tidak pernah ada menu bebek yang mampir di meja makan. Haha, selama ini doktrin dalam pikiran saya bebek itu amis, ga enak, ga banget gitu deh. Teman saya pantang menyerah juga, mereka bilang kalau ini adalah salah satu santapan bebek terenak di Jogja. Hemm saya jadi penasaran. Akhirnya kami meluncur ke TKP.
Namanya ‘Bebek Goreng H. Slamet’. Lokasi udah banyak dimana-mana, namun kali ini saya makan di Jl.Affandi, Gejayan. Bukanya dari jam 9 pagi sampai malam. Namun biasanya sore udah tutup karena sudah habis. WOW! Tempatnya lumayan nyaman, disain minimalis, dua lantai, ada kursi dan lesehan. Sangat cocok buat keluarga. Setelah menunggu tidak terlalu lama, pesanan datang. Bebek goreng yang sudah dipotong-potong untuk satu porsi lengkap dengan sambel bawang dan lalapan. Waktunya mencoba.. HAPP..
![]() |
| Bebek Goreng H.Slamet |
Ternyata daging Bebek emang enak ya, lembut, bumbunya juga nikmat, ketika dicocol dengan sambel mentah, nyammmm… surge dunia. Hahaha. Sangat pas dinikmati dengan nasi pulen yang panas. Sejak saat itu saya tidak parno lagi sama yang namanya bebek. Walaupun harganya relatif lebih mahal daripada ayam goreng, sekitar Rp 16.000 untuk satu porsi, tapi menawarkan cita rasa yang berbeda, dagingnya lebih legit dan empuk. Ternyata lagi, tidak semua masakan bebek yang enak. Saya pernah mencoba bebek dengan rasa amburadul, tepatnya dipinggir jalanan Solo. Dagingnya nyaris ga bisa digigit, seperti menggigit karet deh. Ampuunn…
Pengalaman tersebut tidak membuat saya trauma-trauma amat sih. Kalau dimasak dengan teknik dan bumbu yang tepat, daging bebek akan terasa sangat nikmat. Setelah stay lagi di Ranah Minang Sumatera Barat, saya jadi penasaran pengen coba bebek olahan urang awak. Olahan bebek yang sangat popular adalah 'Itiak lado ijau' khas Bukittinggi. Itiak lado ijau artinya adalah bebek sambel lombok ijo. Bebek goreng yang dilumuri dengan sambel hijau yang sudah penuh bumbu khas Minang.
![]() |
| Itiak lado ijau |
Akhirnya saya dapat kesempatan mencicipi Itiak Lado Ijau di Bukittinggi, tepatnya di RM Itiak Lado Ijau dekat Ngarai Sianok. Tempatnya cukup bagus dengan view pemandangan Ngarai Sianok yang sangat indah. Hawa Bukittingi yang dingin membuat perut semakin lapar. Setelah pesanan datang, Kami langsung makan HAP HAP! Subhanallah,bangga deh jadi anak Minang, HAHAHA, bumbunya enak banget, daging bebeknya juga empuk, pas sekali dimakan dengan nasi dari bareh solok. :D Walaupun begitu harga menu bebek disini emang lebih mahal ketimbang di Jogja, sekitar Rp 30.000 untuk satu porsi, tak mengapa karena potongan dagingnya yang cukup besar dan rasanya yang Mak Nyoss.
Sebenernya saya masih penasaran buat mencoba satu lagi kuliner bebek yang sangat terkenal, baik di Indonesia maupun Dunia, Yupp Bebek Peking!! Kapan-kapan saya akan review di sini. :D
Rate:Bebek Goreng H.Slamet : 4/5
Itiak Lado Ijau Ngarai Sianok : 4/5
Reference:
Conis, Elena. 2011. Pour on the Duck Fat, in Moderation. Los Angeles Times: Los Angeles. http://articles.latimes.com/2011/mar/27/health/la-he-nutrition-duck-fat-20110320
Srigandono, B. 1996. Produksi Unggas Air. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Conis, Elena. 2011. Pour on the Duck Fat, in Moderation. Los Angeles Times: Los Angeles. http://articles.latimes.com/2011/mar/27/health/la-he-nutrition-duck-fat-20110320
Srigandono, B. 1996. Produksi Unggas Air. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Kamis, 27 November 2014
Nasi Goreng Cumi vs Nasi Goreng Udang
Dalam dua minggu ini, saya mencicipi dua nasi goreng yang belum pernah saya coba sebelumnya. Kebetulan sekali keduanya adalah nasi goreng seafood, pertama khusus udang, dan satu lagi cumi. Nasi goreng udang alias nasi goreng seafood (nama menunya) saya coba di Resto Pelangi, Jl. Ratulangi, Makassar. Sementara nasi goreng cumi alias nasi goreng canggi (nama menunya) saya coba di Resto Goldena, Jl. Permindo, Padang. Jika dilihat dari segi lokasi dan tampilan resto, keduanya cukup strategis dan ramai dikunjungi pembeli. Suasananya sama-sama sederhana, tidak ada alunan musik. Sepertinya benar-benar mengandalkan cita rasa dan loyalitas pembeli.
Nah, berikut tampilan nasi goreng udang alias nasi goreng seafood ala resto pelangi: Warnanya merah merekah!! HEHE. Baru kali ini liat nasi goreng semerah itu, berasal dari warna saos sambel, dan tanpa kecap. Mungkin di Makassar sudah biasa kali ya. Plattingnya sangat sederhana, nasi goreng dikasi telor ceplok di atasnya, si udang keliatan malu-malu diantara nasi. Waktunya makan.. HAP! Wow rasanya enak juga, tapi saya tidak tau nasi gorengnya pakai bumbu apa, karena tidak ditemukan irisan bawang merah, bawang putih, maupun daun bawang di nasi gorengnya. Sepertinya bumbu rahasia. :D Udangnya segar dan lembut, menyatu dengan bumbu nasi goreng, mungkin karena restonya tidak terlalu jauh dari pantai.
Kemarin saya mencoba nasi goreng cumi alias nasi goreng canggi ala Resto Goldena, dari segi tampilan, yang ini lebih menggoda menurut saya. Warna nasi gorengnya standar nasi goreng kebanyakan, yang menarik adalah telur yang dipakai adalah telur puyuh, kemudian diberi daun selada, irisan tomat, bakso, ayam suwir, dan kerupuk. Tidak lupa cumi yang udah tercampur rata dengan nasi goreng. Lebih meriah ketimbang nasi goreng udang. Bikin pengen segera melahapnya. Waktunya makan.. NYaamm.. Hmm menurut saya rasanya biasa aja sih, standar. Sambelnya juga kurang matching dipadankan dengan nasi goreng, lebih cocok untuk sambel soto. Dari segi cita rasa sepertinya nasi goreng udang lebih unggul.
Jika dilihat dari segi porsi, hampir sama, sama-sama porsi jumbo, hehe. Walaupun dari cita rasa nasi goreng udang lebih unggul, Namun dari segi harga, nasi goreng udang rp 24.000, lebih mahal daripada nasi goreng cumi rp 16.000. Harga yang pantas untuk cita rasa yang ditawarkan. Selamat mencoba. :)
Rate:
Nasi Goreng Seafood alias udang: 4/5
Nasi Goreng Canggi alias cumi: 3/5
Nah, berikut tampilan nasi goreng udang alias nasi goreng seafood ala resto pelangi: Warnanya merah merekah!! HEHE. Baru kali ini liat nasi goreng semerah itu, berasal dari warna saos sambel, dan tanpa kecap. Mungkin di Makassar sudah biasa kali ya. Plattingnya sangat sederhana, nasi goreng dikasi telor ceplok di atasnya, si udang keliatan malu-malu diantara nasi. Waktunya makan.. HAP! Wow rasanya enak juga, tapi saya tidak tau nasi gorengnya pakai bumbu apa, karena tidak ditemukan irisan bawang merah, bawang putih, maupun daun bawang di nasi gorengnya. Sepertinya bumbu rahasia. :D Udangnya segar dan lembut, menyatu dengan bumbu nasi goreng, mungkin karena restonya tidak terlalu jauh dari pantai.
![]() |
| nasi goreng udang alias nasi goreng seafood |
![]() |
| Nasi goreng cumi alias nasi goreng canggi |
Rate:
Nasi Goreng Seafood alias udang: 4/5
Nasi Goreng Canggi alias cumi: 3/5
Minggu, 23 November 2014
Kuliner Daging Penuh Rempah ala Makassar
Kali ini saya berkesempatan lagi mengunjungi Kota Daeng di Selatan Pulau Sulawesi, yaitu Kota Makassar. Selain terkenal dengan pantai losari, kota ini memiliki kuliner yang populer di Indonesia, terutama yang berbahan dasar daging-dagingan seperti coto, konro, dll. Sebagian besar kuliner ini dimakan dengan sambal khas makasar yang berwarna oranye, sambal rawit, dan perasan air jeruk nipis.
Agar tidak membuat hipertensi, menambah kolesterol dan lemak ditubuh, sebaiknya makan kuliner ini cukup satu porsi dan diimbangi dengan olahraga teratur. Selama beberapa hari ini saya ditemani teman saya yang anak Makassar mencoba menjajal kulineran paling lezat dan top di Kota ini. Bagi pecinta kuliner, yuk intip ulasannya.
1. Coto Makassar
Kalau ke Makassar kurang lengkap rasanya tanpa mencicipi coto makassar. Coto ini adalah makanan berkuah yang berisi irisan daging sapi/kerbau serta jeroannya (optional). Istimewanya coto adalah bumbu kuah kaldu yang gurih penuh dengan rempah seperti ketumbar, jintan, merica, bawang putih, serai, lengkuas, daun salam, dan kacang tanah yang dihaluskan. Keistimewaan lain adalah daging coto yang direbus dengan air beras sehingga daging terasa nikmat dan empuk.
Ada dua tempat coto favorit yang sempat saya kunjungi, yaitu Coto Parraikatte dekat kampus Unhas, dan Coto Gagak di jl.gagak. Suasana tempat makan di coto gagak lebih nyaman ketimbang coto parraikatte, namun soal rasa bisa diadu. Cita rasa kedua coto relatif sama enaknya, apalagi setelah ditaburi irisan seledri dan bawang goreng, tidak lupa sedikit perasan jeruk nipis, beuh!! Perbedaan lain adalah masing-masing memiliki aroma yang khas. Kalau diperhatikan, kuah coto gagak berwarna sedikit lebih cokelat ketimbang coto parraikate.
Sebagai penyuka sambel, saya selalu menambah sambal oranye serta sedikit kecap pada mangkuk saya. Sangat cocok dimakan panas-panas pas cuaca dingin. NYUMMY.. Coto akan lebih nikmat jika dimakan dengan ketupat dan buras. Buras adalah olahan beras yang dimasak bersama air santan dan dibungkus daun pisang. Kebayangkan nikmatnya buras dicampur dengan kuah coto? gurih-gurih mantap. HEHEHE. Namun sayang saat mengunjungi coto gagak saya tidak menemukan buras. Tak mengapa karena masih ada ketupat dan citarasa kuah yang mantap membuat saya melahap kuah coto hingga tetes terakhir XD.
Rate:
Coto Parraikatte: 3,8/5
Coto Gagak: 4/5
2. Pallu basa
Pallu basa berasal dari kata pallu yang berarti makanan dan basa yang berarti basah, jadi pallu basa adalah makanan yang berkuah. Tampilannya tidak jauh beda dengan coto, irisan daging sapi dan jeroan yang disiram kuah kaldu penuh rempah. Dimakan dengan sambel khas makassar, kecap (optional) dan tentunya sedikit air jeruk nipis. Rasanya sedikit berbeda karena perbedaan takaran bumbu yang diberikan. Selain itu warna kuah pallu basa sedikit lebih kuning ketimbang coto yang agak cokelat.
Kali ini saya mencicipi pallu basa di pinggir jalan perintis menuju kabupaten maros. Hal menarik pada menu ini adalah pallu basa dimakan dengan taburan parutan kelapa yang sudah disangrai. Pertama mencicipi, lidah saya langsung bergoyang, perpaduan rasa gurih yang sempurna!! Namun sayang rasa dagingnya tidak senikmat daging coto yang saya makan sebelumnya. Selain cita rasa, perbedaan pallu basa dan coto adalah partner makannya. Berbeda dengan coto yang dimakan dengan ketupat, pallu basa biasa dimakan dengan nasi, seperti partner makan soto-soto yang tersebar di nusantara.
Rate: 3/5
3. Konro Bakar
Malam terakhir sebelum pulang ke Padang, saya diajakin makan konro bakar. Konro artinya tulang, kebanyakan yang diolah adalah tulang iga yang terkenal kelezatannya. Setelah hujan reda kami menuju tempat makan konro bakar paling hits, konro karebosi. Di sekitaran tempat ini banyak sekali warung-warung yang menjual konro, teman saya memilih tempat yang (katanya) memiliki konro paling Mak nyoss.
Suasana tempat makan konro karebosi relatif nyaman dengan fasilitas dua lantai, pelayannya juga cukup ramah. Setelah makanan tersaji di meja, aroma rempah khas Indonesia langsung tercium, tampilannya sangat menarik, daging iga yang dibakar dengan bumbu-bumbu rempah kemudian disiram kuah kacang. Kali ini kami juga pesan kuah sop konro karena menurut teman saya perpaduan dua menu ini menghasilkan citarasa yang joss. Setelah menunggu agak lama, akhirnya pesanan datang.
Sebelum makan, saya menambahkan sambel oranye, kecap, dan air perasaan jeruk nipis pada konro saya. Pertama mencicipi, daging iganya sangat empuk dan bumbunya terasa sampai ke daging. Kuah kacangnya sangat pas di lidah saya, ketika konro dimakan dengan nasi dan kuah sop, Nyaamm... ini adalah salah satu makanan terenak yang pernah saya coba. Entah laper atau karena habis hujan atau emang bener-bener enak, mulut saya tak berhenti berkunyah hingga konro ludes di piring XD.
Rate: 4/5
4. Mie Titi
Mie Titi adalah kuliner khas makassar dengan bahan dasar mie kuning yang telah direbus dan digoreng kering kemudian disiram dengan kuah kental. Dagingnya dimana? Nah dagingnya ini ditemukan pada campuran kuah kental berbahan dasar tepung maizena ini. Kebanyakan yang dipakai adalah daging ayam yang diiris-iris. Campuran lain adalah udang, bakso, dan sayur sawi hijau disertai sedikit perasan jeruk nipis.
Ada dua tempat makan mie titi yang saya kunjungi, pertama mie titi perintis di jalan perintis, dan kedua adalah mie titi awa yang sudah memiliki banyak cabang yang tersebar di Makassar. Dari segi tempat dan tampilan penyajian makanan, mie titi perintis lebih unggul. Desain tempatnya modern minimalis membuat pengunjung betah berlama-lama disana. Begitupula tampilan mie titi yang ciamik. Namun dari segi cita rasa, mie titi awa lebih unggul. Aroma dan cita rempahnya lebih terasa. Hal menarik adalah mie titi awa dimasak di atas bara api sehingga bau asapnya menambah kekhasan rasa.
Bagi penyuka pedas, mie titi cocok dimakan dengan tambahan sambel oranye dan sambel rawit khas makassar yang diberi air cuka. Tidak lupa tambahkan kecap (optional) dan dimakan panas. Kriuk kriuk.. Sungguh menggugah selera :D.
Rate:
Mie titi perintis: 3,5/5
Mie titi awa: 4/5
![]() |
| sambal khas makassar |
1. Coto Makassar
Kalau ke Makassar kurang lengkap rasanya tanpa mencicipi coto makassar. Coto ini adalah makanan berkuah yang berisi irisan daging sapi/kerbau serta jeroannya (optional). Istimewanya coto adalah bumbu kuah kaldu yang gurih penuh dengan rempah seperti ketumbar, jintan, merica, bawang putih, serai, lengkuas, daun salam, dan kacang tanah yang dihaluskan. Keistimewaan lain adalah daging coto yang direbus dengan air beras sehingga daging terasa nikmat dan empuk.
Ada dua tempat coto favorit yang sempat saya kunjungi, yaitu Coto Parraikatte dekat kampus Unhas, dan Coto Gagak di jl.gagak. Suasana tempat makan di coto gagak lebih nyaman ketimbang coto parraikatte, namun soal rasa bisa diadu. Cita rasa kedua coto relatif sama enaknya, apalagi setelah ditaburi irisan seledri dan bawang goreng, tidak lupa sedikit perasan jeruk nipis, beuh!! Perbedaan lain adalah masing-masing memiliki aroma yang khas. Kalau diperhatikan, kuah coto gagak berwarna sedikit lebih cokelat ketimbang coto parraikate.
![]() |
| coto makassar parraikatte dengan buras |
| coto makassar gagak dengan ketupat |
Rate:
Coto Parraikatte: 3,8/5
Coto Gagak: 4/5
2. Pallu basa
Pallu basa berasal dari kata pallu yang berarti makanan dan basa yang berarti basah, jadi pallu basa adalah makanan yang berkuah. Tampilannya tidak jauh beda dengan coto, irisan daging sapi dan jeroan yang disiram kuah kaldu penuh rempah. Dimakan dengan sambel khas makassar, kecap (optional) dan tentunya sedikit air jeruk nipis. Rasanya sedikit berbeda karena perbedaan takaran bumbu yang diberikan. Selain itu warna kuah pallu basa sedikit lebih kuning ketimbang coto yang agak cokelat.
Kali ini saya mencicipi pallu basa di pinggir jalan perintis menuju kabupaten maros. Hal menarik pada menu ini adalah pallu basa dimakan dengan taburan parutan kelapa yang sudah disangrai. Pertama mencicipi, lidah saya langsung bergoyang, perpaduan rasa gurih yang sempurna!! Namun sayang rasa dagingnya tidak senikmat daging coto yang saya makan sebelumnya. Selain cita rasa, perbedaan pallu basa dan coto adalah partner makannya. Berbeda dengan coto yang dimakan dengan ketupat, pallu basa biasa dimakan dengan nasi, seperti partner makan soto-soto yang tersebar di nusantara.
3. Konro Bakar
Malam terakhir sebelum pulang ke Padang, saya diajakin makan konro bakar. Konro artinya tulang, kebanyakan yang diolah adalah tulang iga yang terkenal kelezatannya. Setelah hujan reda kami menuju tempat makan konro bakar paling hits, konro karebosi. Di sekitaran tempat ini banyak sekali warung-warung yang menjual konro, teman saya memilih tempat yang (katanya) memiliki konro paling Mak nyoss.
Suasana tempat makan konro karebosi relatif nyaman dengan fasilitas dua lantai, pelayannya juga cukup ramah. Setelah makanan tersaji di meja, aroma rempah khas Indonesia langsung tercium, tampilannya sangat menarik, daging iga yang dibakar dengan bumbu-bumbu rempah kemudian disiram kuah kacang. Kali ini kami juga pesan kuah sop konro karena menurut teman saya perpaduan dua menu ini menghasilkan citarasa yang joss. Setelah menunggu agak lama, akhirnya pesanan datang.
![]() |
| konro bakar, sup konro, dan nasi putih |
![]() |
| konro bakar karebosi |
Rate: 4/5
4. Mie Titi
Mie Titi adalah kuliner khas makassar dengan bahan dasar mie kuning yang telah direbus dan digoreng kering kemudian disiram dengan kuah kental. Dagingnya dimana? Nah dagingnya ini ditemukan pada campuran kuah kental berbahan dasar tepung maizena ini. Kebanyakan yang dipakai adalah daging ayam yang diiris-iris. Campuran lain adalah udang, bakso, dan sayur sawi hijau disertai sedikit perasan jeruk nipis.
Ada dua tempat makan mie titi yang saya kunjungi, pertama mie titi perintis di jalan perintis, dan kedua adalah mie titi awa yang sudah memiliki banyak cabang yang tersebar di Makassar. Dari segi tempat dan tampilan penyajian makanan, mie titi perintis lebih unggul. Desain tempatnya modern minimalis membuat pengunjung betah berlama-lama disana. Begitupula tampilan mie titi yang ciamik. Namun dari segi cita rasa, mie titi awa lebih unggul. Aroma dan cita rempahnya lebih terasa. Hal menarik adalah mie titi awa dimasak di atas bara api sehingga bau asapnya menambah kekhasan rasa.
![]() |
| mie titi perintis |
![]() |
| mie titi awa |
Rate:
Mie titi perintis: 3,5/5
Mie titi awa: 4/5
Langganan:
Postingan (Atom)











